Dalam hidup, lagi, terkadang sempat terbesit fikiran "seberapa besar dominasi fikiran mengingat Tuhan?".
Entahlah, kita sudah sangat faham dan jelas bahwa Tuhan itu pusat dari segalanya, Dia yang punya dan atur segalanya, Dia lah pemilik segala wewenang atas hidup kita, bahkan alam raya. Namun, dilema yang saya sendiri rasakan, kenapa refleks otak dan hati ini ketika menjalani 24 jam hidup dalam hitungan hari, Tuhan seolah-seolah lupa saya fikirkan. Hal duniawi, permasalahn yang sesang dihadapi, impian yang ingin di wujudkan, sesuatu yang sedang.ingin dikejar dan segala macam kesan hidup, seolah lebih mendominasi fikiran dari pada kesadaraan atas keberadaan Tuhan itu sendiri.
Padahal, kita tahu bahwa segala yang kita fikirkan, hadapi, kehendaki, iti semua tergantung Tuhan.
Ya Tuhan, ampunilah saya. Engkau tahu, aku ingin dekat denganmu tidak hanya saat sedih, tapi pun bahagia. Tuhan, terima.kasih atas hidup yang sangat layak ini. Terima kasih.

0 comments
click to leave a comment!