search here and find more articles

Minggu, 25 Oktober 2009

Surat Kaleng Untuk AA dan KK

Menulis itu sakit. Seperti itu rasanya ketika tahu bahwa tulisan yang kita punya tak punya arti apa-apa dimata orang lain. Sadar akan kekurangan (kemampuan) untuk menulis, maka aku pun saat ini menuliskan sebisa yang kutulis.

Aku benar-benar putus asa dan kecewa, putus harapan pada tiap tulisan yang aku ciptakan. Kecewa pada AA dan KK yang ternyata hanya membutuhkanku saat berbagi susah, berbagi bahagia sendiri-sendiri jadinya.

Aku harus keluar dari semua ini, mencari pijakan lain yang lebih bisa kupercaya. Atau mungkin membuat pijakan sendiri. Aku tak perlu lagi membutuhkan AA dan juga KK. Benar adanya salah satu dari mereka menyumbangkan banyak pengalaman kepenulisan padaku, tapi aku juga berkeringat untuk membesarkan nya bukan?

Aku yakini, ini adalah sebuah pertarungan untuk menuju sebuah garis yang semu. Tak mungkin aku biarkan AA dan KK terus-terusan menjadi yang pertama. Aku terlanjur bosan dengan cara yang seperti ini, ada tembok, ada ludah yang diarahkan padaku. Saatnya meradang, tepatnya bangkit mengambil alih perhatian.
Sebelum aku mati, aku ingin tidur nyenyak dengan kemenanganku nanti.

Surabaya Oktober 2009